Tuhan bersedia untuk memenuhi kebahagiaanmu. Apakah engkau siap untuk menerima apa yang Beliau berikan? Hapuskan semua kekhawatiran. Itu bersifat sementara seperti awan-awan yang berlalu. Kebahagiaan adalah penyatuan dengan Tuhan. Tuhan adalah kebahagiaan abadi. Bebaskan hatimu dari kecenderungan-kecenderungan buruk dan isilah hatimu dengan kasih Tuhan. Engkau akan menyatu dengan Tuhan. Jangan biarkan seseorang datang diantara engkau dan kewajibanmu kepada Tuhan. Kesetiaanmu kepada Tuhan seharusnya melebihi semua kewajiban lainnya. Tuhan menjaga bhaktanya. Pasrahkan dirimu kepada Tuhan dan abdikan dirimu untuk melayani umat manusia.
-BABA
Brahman (Tuhan) adalah penuh kasih dan sesungguhnya merupakan perwujudan kasih. Kasih yang ada padamu seharusnya menyatu dengan kasihTuhan ini. Sebenarnya, hanya ada satu dan tidak ada yang kedua; itulah keadaan yang tidak mendua. Sifat sejati dari kasih adalah pengorbanan. Dalam keadaan apapun, jangan memberikan ruang bagi kebencian. Kasihlah yang menghapuskan rasa keterpisahan dan meningkatkan rasa kesatuan. Kasih juga yang mengangkat seseorang dari sifat kebinatangan ke sifat manusia. Prema (kasih) adalah Prana (Kekuatan Hidup) dari manusia, dan Prana sendiri adalah Prema. Seseorang tanpa kasih seperti mayat tak bernyawa. Kasih dan hidup saling terkait dan berhubungan.
-BABA
Badan ini terdiri dari lima unsur dan pasti akan musnah suatu hari atau lain hari. Namun dalam badan yang sementara ini, ada ketuhanan yang kekal dalam wujud Atma. Ketuhanan yang meresapi semuanya dikenal sebagai kesadaran, bentuk terbatasnya ada dalam badan sebagai suara hati. Kesadaran dan suara hati adalah sama dalam hal kualitas, hanya kuantitasnya yang berbeda. Engkau dapat mengumpulkan air dari laut dan menempatkannya dalam cangkir, kendi, dan tangki besar. Air pada ketiga tempat tersebut berbeda hanya dalam jumlah, sedangkan kadar garamnya sama. Badan dapat disamakan dengan sebuah kendi. Segala kesadaran yang meresapi ada di dalamnya sebagai suara hati.
-BABA
Atma yang sama, kasih yang sama, dan ketuhanan yang sama ada dalam setiap mahluk. Semuanya adalah satu. Hati diibaratkan seperti tangki air dan semua indera seperti keran air. Ketika tangki penuh dengan kasih, semua yang keluar dari keran juga penuh dengan kasih. Apapun yang engkau lihat pada orang lain merupakan cerminan pada dirimu. Pahamilah kebenaran ini. Jika engkau melihat keburukan pada orang lain, hal itu sebenarnya adalah cerminan dari perasaanmu sendiri yang buruk. Apa yang berada di luar dirimu hanyalah cerminan dan reaksi dari apa yang ada di dalam dirimu. Jika engkau menggunakan kacamata biru, engkau melihat semuanya biru. Jika engkau menggunakan kacamata merah, engkau melihat semuanya merah. Jika engkau adalah orang baik, engkau akan melihat semua kebaikan di sekitarmu.
-BABA
Badan manusia ditujukan untuk melayani orang lain, bukan untuk menuruti kesenangan diri dalam perbuatan-perbuatan yang mementingkan diri sendiri. Akibat mementingkan diri sendiri, seseorang menuruti kesenangan diri dalam berbagai tindakan yang penuh dengan dosa. Hindari mementingkan diri sendiri, lakukan pelayanan tanpa pamrih. Serahkan keterikatan terhadap badan ini. Tanamkan keterikatan pada Atma. Pahamilah bahwa Atma yang sama ada di dalam diri semua orang. Meskipun engkau menemukan banyak bola lampu berpijar, arus listrik yang melewati bola lampu itu adalah sama. Badan ini seperti bola lampu, prinsip Atma merupakan arus listriknya. Dengan sifat keesaan ini, lakukan upaya-upaya untuk mengurangi penderitaan terhadap dirimu.
-BABA
Jika saat ini manusia berada dibawah pengaruh penderitaan dan kesedihan, pikiranlah yang bertanggung jawab akan hal tersebut. Kebahagiaan dan kesedihan, kasih sayang dan kebencian, dan kesenangan-kesenangan sensual yang dialami manusia disebabkan oleh pikirannya. Karena pikiran dipenuhi dengan dualitas ini engkau mengalami semua penderitaan ini. Ketika pikiran dilatih untuk memahami keesaan dari semua ciptaan, maka tidak akan ada penyalahgunaan apapun. Engkau seharusnya menghadapi segala sesuatu dalam hidup ini dengan senyum. Dalam dunia dualisme ini, adalah wajar bahwa keberuntungan dan kesedihan datang silih berganti. Engkau tidak dapat menghindarinya. Engkau seharusnya tidak berputus asa ketika menghadapi kemalangan atau kegembiraan ketika memperoleh keberuntungan. Kemalangan adalah langkah awal untuk mencapai kebahagiaan.
-BABA
Yad bhavam thad bhavathi (Seseorang menjadi apa yang dipikirkannya). Oleh karenanya, orang-orang seharusnya memahami bahwa pemikiran mereka baik dan murni. Kehidupan manusia adalah ungkapan pemikirannya. Pemikiran yang timbul dari pikiran memenuhi lingkungan di sekitarnya dengan gelombang energi. Gelombang pikiran sangat kuat. Oleh karenanya pikiran kita seharusnya mulia dan suci. Tidak ada gagasan-gagasan buruk yang mempengaruhi pikiran kita. Pemikiran yang buruk tidak terelakkan menjurus pada tindakan-tindakan buruk. Ketika pemikiran yang buruk memasuki pikiran, manusia akan bertindak seperti binatang buas. Ketika, sebagai gantinya, ada pemikiran yang baik dan penuh kasih, maka memungkinkan seseorang untuk melakukan perbuatan baik dan suci. Oleh karenanya, setiap orang seharusnya dipenuhi dengan kasih, belas kasihan, dan kebaikan hati.
-BABA
Ketika turun hujan, air yang jatuh adalah murni. Hujan turun di pegunungan, dataran, dan lembah. Sesuai dengan daerah yang dilalui air hujan, nama dan bentuknya mengalami perubahan. Tetapi karena pergantian ini, tidak seharusnya dianggap bahwa air itu sendiri berbeda. Berdasarkan pada ajaran-ajaran dari para pendiri keyakinan yang berbeda, memiliki perhatian pada kepentingan waktu dan keadaan negara-negara tertentu, dan memperhatikan kebutuhan khusus dari orang-orang yang dituju, pemerintahan yang pasti dan peraturan-peraturan yang mendasarinya. Dalam hal ini, satu keyakinan seharusnya tidak dianggap lebih tinggi dan yang lainnya lebih rendah. Tugas utama manusia adalah untuk menumbuhkan dalam pikiran kebenaran luhur yang mereka sokong dan lakukan dalam kehidupannya.
-BABA
Manusia seharusnya menguasai emosinya yang merupakan sumber kesenangan dan penderitaan. Kesenangan yang berlebihan, adalah penderitaan hal ini akan menyadarkan manusia akan kebijaksanaan. Jika engkau belajar dari kehidupan orang-orang besar, engkau akan menemukan bahwa dari masalah dan penderitaan mereka mendapatkan kebijaksanaan. Tanpa penderitaan, kebijaksanaan tidak akan didapat. Penderitaan mengajarkan banyak pelajaran pada manusia. Manusia tidak menyadari kebenaran ini dan terus-menerus mengejar kesenangan. Tidak diragukan lagi bahwa manusia mendambakan kebahagiaan. Namun bagaimana mencapai kebahagiaan tersebut? Hanya ketika manusia mengalami penderitaan, manusia menyadari kebahagiannya. Oleh karena itu setiap orang seharusnya menerima penderitaan dengan semangat yang sama ketika mendapatkan kebahagiaan. Penderitaan dan kebahagiaan tidak dapat dipisahkan. Tidak ada seorang pun yang dapat memisahkannya. Kesenangan tidak akan pernah ditemukan secara terpisah dengan sendirinya. Ketika seseorang terbebas dari penderitaan, seseorang mengalami kebahagiaan.
-BABA
Meskipun ditebang dan dirusak oleh manusia, pohon-pohon dengan tanpa pamrih melayani manusia dengan menyediakan buah-buahan dan tempat berteduh. Sungai-sungai mengalirkan air untuk memuaskan dahaga manusia dan untuk membersihkan badannya. Sapi juga dengan tanpa pamrih melayani manusia dengan menyediakan susu. Manusia seharusnya menyadari kebenaran ini bahwa ia telah diberkati dengan badan ini bukan untuk memperoleh kepentingannya sendiri tetapi untuk melayani orang lain. Karena manusia memperoleh kekayaan, pengetahuan dan keterampilan dari masyarakat, maka ia harus malaksanakan tugasnya untuk membayar hutang budi kepada masyarakat dengan kembali melakukan perbuatan baik. Seorang manusia yang tidak memiliki sifat-sifat mulia di dalam dirinya lebih buruk daripada binatang buas; pendidikan dan keterampilannya benar-benar tidak berguna. Dengan melayani masyarakat dengan sunguh-sungguh, seseorang akan berarti dan mendapatkan kemuliaan.
-BABA